Ustadz Syamlan Khatib Sholat Ied Mesjid Ruhul Islam

Tausiyah Ustadz Syamlan LC, Jumat (21/4). Foto - Raffa Rabeng Media.Com

Bengkulu – Keluarga besar Muhammadiyah di Indonesia hari ini Jumat, 21 April 2023 merayakan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah. Begitupula di Bengkulu, dimana Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Bengkulu telah menentukan 20 titik lokasi penyelenggaraan Shalat Ied Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah di Kota Bengkulu yang salah satunya di Masjid Ruhul Islam, Jalan Sumatera, Sukamerindu yang dalam pelaksanaannya Shalat Ied dilakukan di jalan raya dengan Imam putra sulung dari Ustadz Syamlan, Ahmad Kifah, Lc., dan Khatib Ustadz H.M. Syamlan, Lc.

Dalam uraian khutbahnya, Ustadz Syamlan yang juga mantan Wakil Gubernur Bengkulu mengajak para jemaah untuk mencermati ibadah yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadhan lalu.

“Dalam bulan suci Ramadhan diturunkannya Al Qur’an oleh Allah SWT yang menjadi petunjuk bagi umat manusia, karena itu segalanya harus berlandaskan dengan Al Qur’an. Orang yang tidak tahu akan Al Qur’an ada yang menyembah matahari, bulan bahkan ada yang menyembah hewan seperti kerbau serta ada yang menyatakan bahwa manusia itu berasal dari kera,” ujar Ustadz Syamlan dalam khutbahnya dihadapan ratusan jemaah, Jum’at (21/4).

Kemudian dalam lanjutan khutbahnya, Ustadz Syamlan menyampaikan bahwa manusia itu diberi Allah kecerdasan tetapi manusia bisa menjadi lebih bodoh dari hewan.

“Pada dasarnya manusia terlahir tidak tahu apa-apa, untuk itu adanya Al Qur’an yang menjawab segala sesuatu yang tidak kita ketahui karenanya jangan sampai meninggalkan kehidupan ini, anak cucu kita tidak paham dan mengerti akan Al Qur’an. Orang yang berakal berjalan atas petunjuk Allah SWT,” sampai Ustadz Syamlan.

Ketika ditanya awak media seusai pelaksanaan Shalat Ied terkait adanya perbedaan 1 Syawal 1444 Hijriyah antara Muhammadiyah dan Pemerintah dikatakan Ustadz Syamlan tidak menjadi suatu permasalahan.

“Perbedaan bukan hal untuk dipersoalkan, yang penting kita beribadah kepada Allah SWT, saling hormat menghormati karena semuanya memiliki landasan, memiliki panutan serta kita tetap selalu menjaga Ukhuwah Islamiyah diantara sesama umat Islam,” demikian Ustadz Syamlan.(raffa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *